Smiley face Smiley face
Smiley face
Beranda > Berita dan Artikel > Detail
 
Smiley face

Subscribe our newsletters

We will never send you spam or some other trash

 
 
Smiley face

Probiotik, Bakteri Baik dengan Banyak Manfaat

Dipublikasikan oleh admin pada hari Jumat, 6 Oktober 2017


Istilah probiotik seringkali kita dengar dan baca dari berbagai media. Bahkan dengan mudah kita menemukan produk-produk yang mengandung probiotik di toko-toko terdekat. Lalu, apakah probiotik itu? Apa saja manfaatnya untuk kesehatan kita?

Probiotik diperkenalkan kepada masyarakat umum melalui industri suplemen makanan atau minuman. Padahal, sebenarnya kita sudah memperoleh bakteri baik tersebut semenjak kita dilahirkan, yang diwariskan oleh orangtua kita melalui saluran kelahiran. Bakteri baik ini biasanya tidak diperoleh bayi yang dilahirkan melalui bedah cesar. Inilah salah satu faktor penyebab mengapa bayi cesar cenderung memiliki alergi, sistem imun yang tidak optimal, dan jumlah mikroorganisme flora normal yang rendah.

Probiotik merupakan bakteri hidup yang mempunyai efek menguntungkan pada manusia dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik di dalam lumen saluran cerna. Dengan demikian, seluruh epitel mukosa usus diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus. Dengan demikian tidak ada tempat lagi bagi bakteri patogen untuk melekatkan diri pada sel epitel usus dan kolonisasi bakteri patogen tidak terjadi.

Bakteri ini termasuk mikroba dari golongan bakteri asam laktat yang bekerja mempertahankan kesehatan host (manusia). Terdapat lebih dari 100 spesies dan lebih dari 100 miliar bakteri dalam usus manusia. Bakteri dalam tubuh manusia dapat dibagi menjadi 2, yaitu kelompok bakteri yang berguna (useful) dan kelompok bakteri yang berbahaya (harmful).

Jenis probiotik yang sering dan telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna adalah strain Bifidobacterium, Lactobacillus atau kombinasi Bifidobacterium dan Lactobacillus. Lactobacillus sebagai probiotik, meskipun bukan strain utama dalam saluran cerna bayi sehat, banyak digunakan sebagai probiotik karena bakteri ini lebih stabil sehingga proses penyiapannya lebih mudah dan stabilitasnya selama penyimpanan lebih terjamin. Di samping itu, kedua probiotik tersebut mempunyai sifat saling mempengaruhi. Beberapa laporan memperlihatkan bahwa pemberian Lactobacillus dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas Bifidobacterium, begitu pula sebaliknya.

Bifidobacterium dan Lactobacillus mempunyai peran menguntungkan bagi kesehatan manusia, antara lain:
[1]Menghasilkan lingkungan saluran cerna yang asam sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan bakteri merugikan.
[2] Mengaktivasi sistem imun tubuh, terutama saluran cerna, sehingga berperan sebagai proteksi terhadap infeksi saluran cerna pada saat respons imun tubuh rendah dan meningkatkan toleransi tubuh terhadap berbagai alergen.
[3] Berkompetisi dengan bakteri merugikan dengan cara menempel pada reseptor di dinding saluran cerna.
[4] Membantu mengabsorbsi kalsium.
[5] Menghasilkan zat yang mempunyai efek mematikan bagi bakteri merugikan.

Mekanisme bakteri asam laktat dalam perbaikan dan peningkatan kesehatan belum dimengerti dengan baik. Kemampuan bakteri asam laktat menempel dan berkolonisasi di saluran cerna dan urogenital mungkin merupakan faktor penting yang berkontribusi pada kelangsungan hidup bakteri asam laktat sehingga menimbulkan efek yang positif untuk kesehatan.

Probiotik banyak digunakan untuk berbagai indikasi. Yang sudah banyak dikenal adalah penggunaan probiotik untuk kasus diare karena pemakaian antibiotik yang berlebihan, infeksi oleh virus maupun bakteri, intoleransi laktosa dan traveler diarrhea. Manfaat pemberian probiotik menurunkan angka kejadian diare yang memerlukan rawat inap, mengurangi risiko diare pada hari ketiga dan mempersingkat durasi diare. Yang perlu diingat dalam penanganan diare adalah tatalaksana rehidrasi dan terapi sesuai penyebab diare.

Probiotik juga mampu mengobati anak yang menderita diare akibat alergi dengan cara mematangkan jaringan usus, mengurangi jumlah alergen dan menyeimbangkan sitokin. Sebuah penelitian yang mengevaluasi pemberian probiotik pada ibu hamil dan menyusui melaporkan bahwa probiotik aman dan efektif dalam mencegah Dermatitis Atopik pada dua tahun pertama kehidupan anak yang mempunyai risiko tinggi alergi.

Untuk penderita diare akut yang disertai malabsorpsi lemak, pemberian probiotik baik dalam hal memperbaiki tingkat kesembuhan dan memperpendek durasi diare dikarenakan meningkatnya asam lemak rantai pendek sebagai hasil dari metabolisme bakteri probiotik yang mudah diserap oleh enterosit usus. Demikian juga penderita diare dengan malabsorpsi laktosa, probiotik dapat mempercepat penyembuhan dengan melakukan fermentasi laktosa dan multiplikasi kuman probiotik akan menghasilkan enzim laktalase lebih banyak untuk mengatasi masalah intoleransi laktosa sebagai akibat diare.

Peran probiotik untuk eliminasi infeksi Helicobacter pylori masih kontroversi, namun pada beberapa penelitian menunjukkan Lactobacillus mampu memproduksi asam laktat lebih banyak sehingga mengurangi efek urease yang diproduksi Helicobacter pylori.

Konstipasi timbul karena gangguan motorik yang berakibat berkurangnya frekuensi motilitas usus. Penanganan konstipasi pada umumnya dengan toilet training dan terapi diet dengan tujuan untuk meningkatkan proses fermentasi karbohidrat dengan menggunakan probiotik. Irritable Bowel Syndrome seringkali dirasakan sebagai perasaan tidak enak (abdominal discomfort) yang sebagian besar terjadi di usus besar (kolon). Hal ini biasanya timbul setelah pemakaian antibiotika. Patofisiologi keadaan ini tidak jelas, namun sering dikaitkan dengan keadaan gangguan aktivitas motilitas usus yang sering dijumpai dalam keadaan stres atau reaksi terhadap makanan tertentu. Karena diperkirakan adanya gangguan keseimbangan flora normal, maka pemberian probiotik pada keadaan ini diharapkan memberikan manfaat.
Probiotik mampu mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih pada wanita. Keadaan ini dikarenakan perubahan komposisi saluran cerna yang didominasi probiotik dapat mencegah penyebaran kuman patogen ke saluran kemih. Sehingga kejadian infeksi saluran kemih dapat dicegah.

Penelitian juga menyebutkan salah satu kebaikan dari probiotik adalah menurunkan kolesterol. Setelah mengkonsumai probiotik dua kali sehari selama 9 minggu efektif menurunkan kadar LDL ataupun kolesterol total. Sementara HDL dan trigliserida tidak berubah. Probiotik memecah asam empedu sehingga terjadi penurunan penyerapan kolesterol di usus dan penurunan LDL. Untuk menurunkan kolesterol dibutuhkan 200 miligram probiotik setiap hari.

Dari laporan-laporan berbagai penelitian di mancanegara, konsumsi probiotik dinyatakan aman, bahkan oleh Food and Drug Association (FDA) di Amerika Serikat. Belum ada laporan mengenai efek sampingan dari penggunaan bakteri asam laktat selama berabad-abad. Meskipun demikian, penelitian dan uji ilmiah tetap perlu dilakukan, khususnya terhadap probiotik jenis baru. Selain itu, agar probiotik dapat bekerja secara efektif di dalam tubuh, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, bakteri probiotik harus bisa bertahan ketika melewati lambung dan usus halus, sebelum mencapai usus besar. Bakteri probiotik juga harus tahan terhadap keasaman dan cairan empedu di usus, serta selektif dalam metabolisme zat tertentu. Kedua, perlekatan bakteri di dalam saluran pencernaan harus optimal bisa tetap hidup dan membentuk koloni untuk mendapatkan manfaat pertahanan yang baik di usus.

Walaupun bakteri probiotik yang kita konsumsi sudah dapat berkoloni di usus, kita tetap perlu mengonsumsi probiotik setiap hari. Selain karena usus manusia bukan tempat hidup sebagian besar bakteri probiotik, bakteri-bakteri itu bekerja mati-matian untuk tubuh kita, sehingga jumlahnya akan terus berkurang. Maka, kita perlu terus memasok “tenaga kerja” bagi usus kita. Dengan terbiasa mengonsumsi produk makanan, minuman, atau suplemen kesehatan yang mengandung probiotik, kita akan merasakan banyak sekali manfaat.

 

 
 
 
 
Copyright © 2017 PT Galenium Pharmasia Laboratories, All Rights Reserved